Arsip Kategori: guru swasta

SEJUMLAH 19.714 HONORER K1 DARI TOTAL 27.241 TUN TAS, SISANYA BELUM DIUSULKAN INSTANSINYA

 

Pengangkatan 27.241 tenaga honorer kategori 1 (K1) menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum tuntas.

Pemberkasan nomor induk pegawai (NIP) untuk 7.257 orang honorer K1 tertunda karena belum ada usul dari instansi masing-masing. Pelaksana pemberkasan NIP tenaga honorer K1 itu ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala BKN Eko Sutrisno mengatakan, dari seluruh tenaga honorer K1 yang wajib diproses NIP-nya, baru ada 19.714 orang yang sudah beres.  “Sisanya belum bisa diproses karena belum ada usul dari instansi masing-masing,” tandas Eko kemarin.

Eko menjelaskan posisi BKN adalah sebagai lembaga yang memroses pemberkasan NIP jika sudah ada usul dari instansi tempat tenaga honorer K1 tadi bekerja. Meski secara prinsip seluruh tenaga honorer K1 wajib diangkat menjadi CPNS, BKN tetap menunggu usul dari insansi.

Sistem yang berlaku untuk pengangkatan tenaga honorer K1 itu sama dengan pengangkatan CPNS dari pelamar umum.  Meski pelamar umum dinyatakan lulus tes CPNS, tetapi jika instansi tempatnya akan bekerja belum mengajukan usul maka BKN tidak bisa memroses penerbitan NIP.

Muncul sejumlah dugaan kenapa instansi tidak segera melakukan pemberkasan NIP untuk tenaga honorer K1 mereka.  Di antaranya mereka menunggu polemik pengangkatan honorer K1 benar-benar tuntas. Pihak BKN tidak menutup mata di sejumlah daerah masih ada polemik pasca pengangkatan tenaga honorer K1 menjadi CPNS.

Ada sejumlah orang yang yakin dirinya masuk kategori tenaga honorer K1, tetapi batal diangkat menjadi CPNS. Polemik-polemik seperti itu sedang dibereskan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Eko menuturkan, penerbitan NIP adalah tugas sehari-hari BKN. Karena itu lambatnya usul pemberkasan NIP akan mengganggu tugas utama BKN. Tetapi dia siap mengeluarkan batas akhir pengajuan NIP untuk tenaga honorer K1.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Kemen PAN-RB untuk menetapkan batas akhir pemberkasan NIP untuk honorer K1,” pungkasnya. (wan/oki/jpnn)

HAPUSKAN MODEL CERAMAH UNTUK PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI INSTRUKTUR NASIONAL, GURU INTI, GURU KELAS, GURU MAPEL

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, persiapan pelatihan guru sudah matang. “Data-data peserta sudah beres semua, sudah disebar ke daerah. Nanti tinggal verifikasi akhir dan penetapan,” katanya, Kamis (28/2).

Syawal menjelaskan, pelatihan dimulai dengan penataran instruktur nasional. Posisi struktur nasional ini sepenuhnya diisi oleh para dosen dari kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Tahapan selanjutnya adalah pelatihan untuk jenjang guru inti. Posisi guru inti diisi oleh guru-guru  berprestasi, baik nasional maupun internasional. Diperkirakan para guru inti akan dilatih pada Mei nanti.

Menurutnya, saat ini nama-nama guru yang akan dijadikan guru inti sudah ada di dinas pendidikan kabupaten dan kota. Setelah diverifikasi oleh dinas pendidikan setempat, data guru inti akan divalidasi akhir oleh Kemendikbud. “Intinya yang lolos menjadi guru inti ini adalah guru yang benar-benar berprestasi,” kata dia. Syawal menjamin untuk penetapan guru inti tidak ada instilah kongkalikong. Karenanya, jangan sampai ada calon guru inti yang tertipu menyerahkan uang ke oknum dinas pendidikan kabupaten atau kota.

Seluruh guru inti ini akan ditugasi melatih guru kelas dan guru mata pelajaran pada Juni depan. Setiap tiga orang guru inti, dibebani melatih 30-40 orang guru kelas atau guru mata pelajaran. Pelatihan mulai dari jenjang instruktur nasional, guru inti, hingga guru kelas dan guru mata pelajaran harus full praktek.

Setiap pelatihan di masing-masing jenjang tadi digelar selama 52 jam dalam lima hari. Selama kurun waktu pelatihan itu, jangan sampai dijalankan seperti pelatihan guru yang berjalan saat ini. banyak ceramahnya. Jadinya seperti seminar, bukan pelatihan. (wan/JPNN)

 

Lowongan CPNS Tahun 2014 Sebanyak 4,7 Juta

Meski aroma jual beli kursi CPNS kental sekali, Sofian mengatakan pemerintah tidak menutup kran rekrutmen baru. Pada tahun 2014 nanti ada 4,7 juta formasi CPNS baru untuk guru dan dosen. “Kemungkinan besar mulai dibuka per 1  Januari 2014. Dan nanti namanya aparatur sipil negara (dengan asumsi RUU ASN telah disahkan, red),” katanya.

Sofian menuturkan jika seluruh kuota CPNS itu akan dipisah menjadi dua jenis. Yakni aparatur sipil negara kategori PNS sebanyak 2 juta. Lalu sisanya sebesar 2,7 juta adalah aparatur sipil negara kategori pegawai negeri perjanjian kerja (PNS kontrak).

Dia menegaskan lagi jika penerapan PNS kontrak itu bukan bentuk melegalkan praktek rekrutmen tenaga honorer. Sofian mengatakan jika rekrutmen PNS kontrak dilaksanakan seketat rekrutmen PNS tetap. “Kualifikasi dan kuotanya juga tidak sembarangan. Berbeda dengan tenaga honorer,” kata dia. (wan/nw-JPNN)

Pengangkatan tenaga honorer Kategori-2 hanya 30 hingga 35 persen saja

NASIONAL – HUMANIORA

Rabu, 09 Januari 2013 , 00:09:00

JAKARTA–Sebanyak 630 ribuan honorer kategori dua (K2) akan mengikuti tes CPNS yang diperkirakan dimulai awal semester kedua mendatang. Namun dari jumlah tersebut kuota yang disiapkan tidak lebih dari 35 persen. Sehingga separuh lebih honorer K2 hanya bisa gigit jari.

“Untuk pengangkatan tenaga honorer yang sudah masuk K2 hanya akan diangkat sekitar 30 hingga 35 persen saja. Itupun pengangkatannya akan melalui tes,” kata Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat kepada JPNN, Selasa (8/1).

Terbatasnya kuota tersebut, menurut dia, karena banyak yang non kategori. Misalnya, kategori yang dibutuhkan ada guru matematika tapi yang banyak guru bahasa Indonesia, atau yang dibutuhkan penyuluh adanya tenaga administrasi.

Dari 630 ribuan honorer K2, posisi teratas (80 persen) adalah guru, 10 persen tenaga medis, dan sisanya tenaga administrasi. Dari jumlah guru pun, terbanyak yang mengajar bahasa Indonesia sehingga non kategori. “Melihat performance honorer K2, sekitar 70 persen tidak akan lolos,” ujarnya.

Mengenai data listing untuk uji publik K2, lanjut Tumpak, sudah ada pada seluruh Kantor Regional (Kanreg) BKN. Namun listing tersebut belum dibagikan ke unit pengelola kepegawaian daerah (BKD-red) sebelum ada regulasinya.

Ditanya soal nasih honorer K2 yang tidak lolos tes, dia mengatakan, akan diarahkan ke pegawai tidak tetap pemerintah (PTTP). Hanya saja, tidak semuanya bisa masuk PTTP, tapi khusus untuk honorer yang punya formasi.

Semisal, instansi A kekurangan tenaga guru bahasa Indonesia, honorer yang mengabdi di instansi tersebut masih bisa bekerja dengan status PTTP. Apabila instansi A tidak membutuhkan lagi, honorernya akan diberhentikan.

“Prinsipnya, tenaga honorer K2 yang direkrut baik CPNS maupun PTTP harus sesuai kebutuhan instansinya. Di samping tersedia jabatan maupun formasi bagi honorer bersangkutan,” tandasnya. (esy/jpnn)

Listing Tenaga Honorer K-1 Keluar November Jadwal Pengangkatan Tetap Akhir Tahun

NASIONAL – HUMANIORA

Rabu, 24 Oktober 2012 , 04:44:00

Foto: Arundono/Dok.JPNN
JAKARTA - Batas waktu bagi pemerintah untuk mengangkat seluruh tenaga honorer kategori 1 (TH K-1) semakin mepet. Sesuai amanah peraturan pemerintah, mereka wajib diangkat paling lambat akhir tahun ini. Data sementara, TH K-1 yang positif akan diangkat CPNS hanya 47.622 orang.

Di tengah batas waktu yang hampir habis ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mengembut penuntasan validasi data-data TH K-1. “Jadwal kami November depan listing atau daftar nama-nama TH K-1 yang akan diangkat sudah dikeluarkan,” kata Kepala BKN Eko Sutrisno di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), Selasa (23/10).

Listing tersebut akan disampaikan ke Kemen PAN-RB untuk mendapatkan pengesahan kuota CPNS baru. Selanjutnya akan diserahkan ke kepala masing-masing instansi untuk diumumkan dan segera melaksanakan pemberkasan NIP.

Pejabat asal Trenggalek, Jawa Timur itu mengatakan jika tugas penganggkatan TH K-1 pada 2012 diatur dalam PP Nomor 56 Tahun 2012. Dia menjelaskan jika saat ini BKN dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah melakukan quality assurance (QA) kepada seluruh daftar TH K-1.

Menurut Eko data TH K-1 yang masuk pengecekan akhir dengan sistem QA tadi adalah tenaga honorer yang telah memenuhi kriteria (MK). Jumlah TH K-1 yang telah ditetapkan berstatus MK berjumlah 71.467 orang. Jumlah yang lumayan banyak ini diprediksi bakal menyusut. Alias jumlah TH K-1 yang diangkat nanti tidak genap 71.467 orang.

Fenomena ini muncul lantaran banyak nama-nama TH K-1 yang tidak lolos dalam saringan QA. Hingga 15 Oktober lalu, BKN menyatakan bahwa TH K-1 yang lolos QA dan berhak diangkat menjadi CPNS akhir tahun ini hanya berjumlah 47.622 orang saja. Ini berarti masih saja ada nama-nama TH K-1 MK yang ternyata siluman atau palsu. “Proses QA masih berjalan tetapi sebagian besar (TH K-1 MK, red) sudah disaring,” kata dia.

Eko menuturkan karena proses QA masih berjalan, TH K-1 yang siap diangkat sejumlah 47.622 tadi berpeluang bertambah. “Tapi bertambahnya tidak akan besar. Karena ada yang tidak lolos QA.

Pada prinsipnya Eko mengatakan proses saringan harus seketat mungkin. Ini diambil karena mereka tidak ingin ada protes setelah para TH K-1 diangkat menjadi CPNS langsung tanpa tes.(wan)

Tes CPNS 2012 dan 2013

Tes tulis CPNS baru yang berasal dari pelamar umum akan dijalankan 8 September 2012 mendatang. Secara teknis pembuatan soal untuk seleksi ini, tetap digarap oleh konsorsium 10 PTN yang diketuai UGM. Standar kesulitan soal belum diumumkan oleh tim dari konsorsium ini.

Para calon sarjana yang sudah ancang-ancang untuk mengikuti tes CPNS baru periode 2013 harus bersabar, karena pemerintah pusat mengindikasikan jika tahun depan tidak ada tes CPNS baru untuk pelamar umum.

Tahun 2013 Kemen PAN-RB berupaya menuntaskan pengangkatan tenaga honorer Kategori II (K II) atau yang tidak digaji dari APBN atau APBD yang jumlahnya mencapai 600 ribu orang. Sistem pengangkatan tenaga honorer K II ini berbeda dengan pengankatan tenaga honorer Kategori I (digaji APBN atau APBD). Seperti diketahui, akhir tahun ini tenaga honorer K I akan diangkat langsung tanpa tes. Sedangkan untuk pengangkatan tenaga honorer K II wajib dilakukan dengan tes tulis.

[sumber JPNN.Com via Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto di Jakarta kemarin (28/8)]

SK CPNS Honorer Kategori 1 terbit Januari 2013

NASIONAL – HUMANIORA

Sabtu, 21 Juli 2012 , 04:15:00

JAKARTA – Ada kabar baik bagi para tenaga honorer kategori 1 yang tengah menunggu pengangkatan. KemenPAN dan RB menjanjikan bakal menyelesaikan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) berupa Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum bulan Oktober tahun ini. Hal tersebut memungkinkan kepastian pengangkatan para tenaga honorer K1 tahun 2012.

“Kita upayakan juklak dan juknis pengangkatan honorer K1 akan segera diselesaikan. Kalau bisa bulan Oktober ini selesai,”ujar Sekretaris KemenPAN dan RB Tasdik Kinanto, di gedung KemenPAN dan RB, kemarin (20/7).

Pernyataan Tasdik tersebut dibenarkan oleh WamenPAN dan RB Eko Prasojo. Dia memaparkan, saat ini pihaknya sedang berupaya menyelesaikan juklak dan juknis tersebut sebelum akhir tahun.

Eko pun memastikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan para tenaga honorer K1 yang telah lulus uji publik di daerahnya masing-masing bisa diberikan pada 1 Januari tahun depan. “Kita upayakan per 1 Januari 2013, SK CPNS sudah diterima para tenaga honorer K1 yang sudah lulus uji public,”jelas Eko.

Eko memaparkan, pemerintah menyediakan kuota 72 ribu bagi para tenaga honorer K1. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan jumlah pasti. Sebab, berdasarkan uji public, masih banyak complain yang masuk. Karena itu, uji public yang sedianya diselesaikan akhir Maret menjadi molor. “Karena keterlambatan pengiriman data, jadi diundur sampai bulan April,” jelasnya.

Namun, Eko menambahkan, pihaknya berupaya melakukan pengangkatan terlebih dahulu bagi para tenaga honorer yang sudah lulus uji publik. “Tapi, itu juga jumlah pastinya belum ada. Karena kita sampai saat ini masih harus melakukan verifikasi dan investigasi terkait complain yang masuk,” tambah dia.

Ketika ditanya soal metode investigasi, Deputi SDM bidang Aparatur KemenPAN dan RB Ramli Naibaho menyatakan investigasi tersebut dilakukan dengan cara menggali informasi terkait complain yang bersangkutan. “Istilahnya kita mencari informasi dalam bentuk lain,”ujar dia.

Seperti diketahtui, terbitnya PP 56 Tahun 2012 tentang revisi kedua PP 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS belum bisa ditindak-lanjuti BKN.

Sebab, proses penyelesaiannya masih harus menunggu juklak dan juknis berupa peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) dan Peraturan Kepala BKN.

Dengan adanya Juknis dan Juklak tersebut, BKN sudah bisa memproses permberkasan honorer K1. Apalagi honorer K1 yang sudah clear akan diproses lebih dahulu NIP-nya (Nomor Induk Pegawai).

Sebelumnya, Menteri PAN&RB Azwar Abubakar dalam rapat kerja Komisi II DPR RI mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan pemberkasan honorer K1 yang sudah clear. Ini sebagai reward bagi instansi yang tidak memuat data honorer K1 palsu alias dimanipulasi. (Ken)

Daftar Instansi Rekrutmen CPNS 2012

NASIONAL – HUMANIORA

Sabtu, 21 Juli 2012 , 03:58:00

Instansi Pusat:

Kementerian Luar Negeri
Kementerian Hukum dan HAM
Kementerian Keuangan
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kementerian Kesehatan
Kementerikan Pendidikan dan Kebudayaan (khusus dosen)
Kementerian Dalam Negeri (khusus IPDN)
Kementerian Perdagangan
Sekjen BPK
Sekjen MA
Sekretariat Negara
Badan Pusat Statistik (khusus ikatan dinas)
Badan Intelegen Nasional (ikatan dinas)
BPKP (ikatan dinas)
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Badan Pertanahan Nasional
BPOM
BMKG
BNP2TKI
LKPB
BNN

25 Instansi Daerah :

Kota Sungai Penuh
Kab Banyuasin
Kab Musirawas
Kab Empat Lawang
Kota Lubuk Linggau
Kab Lebong
Provinsi Bangka Belitung
Kab Bangka Barat
Kab Bangka Tengah
Kab Anambas
Kab Bogor
Kota Bandung
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Bali
Kab Badung
Kota Balikpapan
Kab Tojo Una-una
Kab Manggarai Timur
Kab Tulang Bawang
Provinsi Jawa Timur
Kota Surabaya
Kota Sibolga
Kab Labuhan Batu Utara
Kab Kubu Raya
Kab Labuhan Baru Selatan

Sumber: Kemenpan-RB. (esy/JPNN)

Rekrutmen CPNS Tahun 2012

Jum’at, 20 Juli 2012 , 15:02:00
JAKARTA–Kuota CPNS nasional tahun ini yang akan terisi hanya 14.560 orang. Padahal kuota yang disiapkan pemerintah sebanyak 61.560 orang. Itu berarti ada 47 ribu kursi yang hangus alias tidak terisi.
“Yang bisa kita terima tahun ini hanya 14.560 orang saja dari usulan 47 instansi sebanyak 76 ribu. Sisanya (47 ribu) tidak terisi dan tidak bisa diusulkan untuk 2013,” ujar Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB) Ramli Naibaho di kantornya, Jumat (20/7).
Dibeberkannya, dari 47 instansi yang mengusulkan terbanyak kuotanya adalah pusat yaitu 11.879. Sedangkan instansi daerah ada 25 yang mengusulkan dan kuota yang disetujui 2.681 orang.
“Instansi pusat yang mengusulkan sebenarnya ada 59 tapi yang layak hanya 23 saja. Sedangkan daerah ada 47 dan layak 25,” terang Ramli.
Minimnya kuota CPNS dari daerah, menurut dia karena banyak yang belanja pegawainya di atas 50 persen. Meskipun ke-47 instansi tersebut telah memasukkan analisis jabatan (Anjab) maupun analisis beban kerja (ABK).
“Syarat utama diberikan formasi selain harus ada Anjab dan ABK, belanja pegawainya harus di bawah 50 persen. Kalau belanja pegawainya tinggi, tetap tidak bisa dikasi,” tegasnya.
Adapun formasi CPNS tahun ini hanya diprioritaskan pada pelayanan dasar, honorer, dan tenaga khusus. Untuk pelayanan dasar meliputi guru dan dosen jatahnya 40 persen, tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan, sanitarian) 25 persen, penyuluh pertanian, perikanan, dan peternakan 10 persen. Lulusan ikatan dinas mendapat jatah 4.126 orang. Selebihnya  untuk tenaga khusus seperti penjaga lembaga pemasyarakatan (Lapas), tenaga keuangan, perkapalan, dan lainnya.
“Dari kuota yang disiapkan, tenaga pendidik terbesar jatahnya. Sebab, di banyak daerah terutama wilayah pesisir, perbatasan, terluar, dan terisolir, banyak kekurangan tenaga guru,” tandasnya. (Esy/jpnn)

Honorer K1 sudah bisa diangkat CPNS tahun ini juga, Presiden SBY telah menerbitkan PP Honorer Tertinggal bernomor 56 Tahun 2012.

JAKARTA – Kabar gembira bagi honorer tertinggal baik kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Presiden SBY telah menerbitkan PP Honorer Tertinggal bernomor 56 Tahun 2012. Itu berarti, honorer K1 sudah bisa diangkat CPNS tahun ini juga.

“Alhamdulillah, RPP honorer tertinggal sudah diterbitkan yaitu PP 56 Tahun 2012. Dengan adanya payung hukum ini, honorer tertinggal sudah bisa diangkat CPNS,” kata Sekretaris Menpan & RB Tasdik Kinanto dalam jumpa pers di Kantor Kemenpan & RB, Jakarta,  Jumat (1/6).

Adapun pokok-pokok materi PP 56 itu, jelasnya, meliputi pengangkatan tenaga honorer K1 menjadi CPNS, yang dilakukan untuk mengisi formasi 2012 berdasarkan data hasil verifikasi serta validasi tim pusat (Kemenpan&RB, BKN, dan BPKP) yang telah diumumkan ke publik. Sedangkan honorer K2, pengangkatannya melewati seleksi kelengkapan administrasi, ujian tertulis kompetensi dasar, dan kompetensi bidang sesama tenaga honorer.

“Pembuatan soal dan pengolahan hasil ujian kompetensi dasar serta pelaksanaan ujian tertulis dilakukan bekerja sama dengan konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Setelah lulus ujian tertulis kompetensi dasar berdasarkan nilai ambang batas kelulusan maka dilakukan tes kompetensi bidang (profesi),” tuturnya.

Tenaga honorer yang dinyatakan lulus ujian, tambahnya, dapat diangkat menjadi CPNS berdasarkan jumlah dan kualifikasi formasi sampai tahun anggaran 2014. (esy/jpnn)