Menyoal Guru Tahu Mutu Guru, Bagaimana Menjadi, Mengapa Tidak Menjadi

Guru Tahu Mutu Guru, Bagaimana Menjadi, Mengapa Tidak Menjadi

Oleh: Eddy Soejanto*)

Jangan katakan guru tak bisa CBSA
Jangan katakan guru pucat-pasi dimintai berinovasi
Guru paham PAIKEM kenal CTL maklum Kuantum mengerti i2m3

Tapi mengapa guru tak mempraktikkannya di ruang-ruang kelas?
Tapi mengapa semangat giat guru hanya bangkit sesaat di workshop-workshop?

Seandainya semua guru tahu mutu guru, bagaimana menjadi, mengapa tidak menjadi, maka sekolah akan betul-betul zona nyaman bagi anak-anak. Anak-anak akan dinamis, demokratis, aktif, kolaboratif, dan ceria. Sekolah bagi anak-anak menjadi tempat yang menyenangkan, dan mencerdaskan secara komprehensif.

Lalu apa maksudnya para pakar berpendapat seperti di bawah ini?

Utomo Dananjaya, Sekolah Gratis, 2005, hlm.59, guru adalah obyek, paling tidak obyek kebijakan atasannya. Bisa juga menjadi obyek pemerasan atasan.

Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, 2003, hlm 32, untuk melaksanakan inovasi pembelajaran di ruang-ruang kelas dibutuhkan paradigma baru. Dan perubahan paradigma itu harus terjadi, baik dalam diri guru maupun siswa.

Sindhunata, Menggagas Paradigma Baru Pendidikan, 2000, hlm 12, sekolah merupakan lembaga yang paling malas untuk berubah, atau malah  cenderung tidak suka berubah.

Franz Magnis Suseno, Gerbang, edisi 6 Th IV 2004, hlm 18, guru-guru kita memang tidak terlatih mengantisipasi perubahan. Karena mereka selalu melihat dirinya sebagai pemegang otoritas, tetapi dengan kepercayaan diri sangat lemah. Mungkin karena mereka ini bodoh-bodoh, sehingga sangat takut ditanyai oleh siswa lalu merespon dengan marah.

Rhenald Kasali, Change!, 2005, hlm 375, bukan keengganan untuk berubah yang ada pada manusia, melainkan keengganan untuk diubah.

Jangan katakan pendapat-pendapat itu sudah usang, kalau Anda merasa menjadi guru masa depan.
Dan apa pula maksud saya memaparkan pendapat mereka?
Ah, tentu bukan maksud saya memberi jawaban sendiri!

*)Eddy Soejanto, pemerhati pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s