PENGANGKATAN HONORER BATAL !!! SOS !!!

NASIONAL – HUMANIORA

Kamis, 27 Oktober 2011 , 01:58:00

JAKARTA — Pupus sudah harapan 67 ribu tenaga honorer untuk bisa diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Janji EE Mangindaan saat masih menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan tenaga honorer tercecer kategori I menjadi CPNS pada Oktober 2011, tak terwujud. Mimpi 67 ribu honorer jadi CPNS pun buyar.Bahkan, Wakil Menpan-RB Bidang Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, memastikan bahwa rencana pengangkatan tenaga honorer, termasuk 600 ribu honorer kategori II yang tetap melalui tes diantara honorer untuk bisa jadi CPNS, dibatalkan.

Eko menjelaskan, kebijakan moratorium penerimaan CPNS, juga berlaku untuk tenaga honorer.

“Kita kan masih moratorium, termasuk tenaga honorer yang rencananya diangkat. Masih harus menunggu penataan pegawai dan berapa kebutuhan yang sebenarnya. Kemungkinan ada penundaan (pengangkatan honorer jadi CPNS, red),” terang Eko Prasojo kepada JPNN di Jakarta, kemarin (26/10). Itulah kalimat pertama Eko saat ditanya kapan PP pengangkatan honorer diterbitkan.

Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas ISIPOL Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, dua alasan mendasar kebijakan penundaan pengangkatan tenaga honorer ini. Pertama, terkait dengan penataan kepegawaian. Menurutnya, menjadi percuma saja jika dilakukan penataan kepegawaian, jika pada saat yang bersamaan diangkat puluhan ribu honorer jadi CPNS.

“Capek juga kalau kita perbaiki di dalam, tapi masuk (CPNS dari honorer, red) dengan kualifikasi yang tak baik,” kata Eko, wamen yang baru dilantik bersamaan dengan menteri-menteri baru hasil reshuffle itu.

Alasan kedua, terkait dengan kemampuan keuangan negara.  Pengangkatan puluhan ribu tenaga honorer berkonsekuensi pada pemberian gaji dan tunjangan yang jumlahnya tidak sedikit. “Ini terkait dengan kemampuan keuangan negara untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya,” kata Eko.

Dia juga mengatakan, kebijakan penundaan pengangkatan tenaga honorer jadi CPNS ini juga berdasar rekomendasi dari Tim Independen Reformasi Birokrasi.  “Bahwa honorer dan yang baru tidak ada pengangkatan, harus melakukan penataan kepegawaian terlebih dulu,” ujar Eko.

Terkait dengan penataan kepegawaian, dimana seluruh kepala daerah harus sudah melaporkan data penataan daerah dan kebutuhan pegawai dalam jumlah ideal, paling telat akhir 2011 ini, Eko masih yakin tenggat itu bisa tercapai. “Kemarin ada percepatan. Kita optimis dalam dua bulan ini kita siapkan hasil penataan kepagawaian itu,” terangnya.

Lantas, kapan kiranya dilakukan pengangkatan honorer jadi CPNS? Eko menjelaskan, kebijakan mengenai hal itu tidak bisa diputuskan sendiri oleh pemerintah. “Ini keputusan politik yang harus dibicarakan pemerintah bersama DPR. Kita tunggu, apakah melanjutkan atau seperti apa,” kata Eko.

Seperti diberitakan, EE Mangindaan saat masih menjabat sebagai menpan-RB pada September 2011 lalu menjelaskan, dalam masa moratorium penerimaan CPNS, daerah harus melakukan penataan organisasi, termasuk menghitung kebutuhan pegawainya secara detil. Tugas ini harus sudah kelar akhir 2011.

Selanjutnya, Januari hingga Desember 2012, bagi daerah yang sudah selesai membuat data penataan PNS, sudah bisa melakukan penerimaan CPNS, dengan formasi terbatas.  Dengan demikian, bagi daerah yang cepat menyelesaikan tugas itu, bisa melakukan penerimaan CPNS lebih cepat. Sebaliknya, yang lambat juga akan ketinggalan melakukan penerimaan “abdi negara” itu. Formasinya pun dibatasi, tenaga guru, tenaga kesehatan, sipir, dan tenaga navigator penerbangan.

Lulusan perguruan tinggi kedinasan, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan beberapa yang lain, juga tetap diangkat menjadi CPNS. Ternyata, begitu Mangindaan “dimutasi” menjadi Menteri Perhubungan, kebijakan itu berubah total.

Sementara, kemarin Menpan-RB Azwar Abubakar mengadakan pertemuan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Saya hanya mau tahu apa tugas dan wewenang BKN,” ujar menteri asal PAN itu. (sam/jpnn)

40 responses to “PENGANGKATAN HONORER BATAL !!! SOS !!!

  1. satu kata untuk Eko Prasojo…. S A D I S

  2. “Capek juga kalau kita perbaiki di dalam, tapi masuk (CPNS dari honorer, red) dengan kualifikasi yang tak baik,” (kata Eko). sebaiknya kata2 itu tidak layak anda lontarkan ditengah polemik yg ada.itu hny akan memperkeruh permasalahan.sy merasa sakit hati dengan ungkapan diatas.mungkin ungkapan itu akan lebih bijak jk ada kata “ada atau beberpa” kualifikasi yg tak baik.karena tidak semua honorer kualifikasinya tak baik. ngeri jg ada Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas ISIPOL Universitas Indonesia (UI) mempunyai opini “dangkal” seperti itu…..

    • betul bung…yang ngomong tuh tdk punya empati sedikitpun dengan rakyat jelata.mestinya semakin tinggi pendidikan semakin pinter mengemas kata…faktanya masih banyak honorer berkualitas,tidak sedikit cpns RENDAH KUALITAS dengan kemampuan manipulasi karena KKN….

  3. oh……ternyata…………
    Pantesan banyak masyarakat indonesia menjadi teroris…….ternyata keputusan pemerintah membuat sesak di dada………

  4. Baru aja diangkat jd wamen, tingkahnya lebih2 dari setan, apalagi jd presiden ya??? Orang seperti itu dijamin jabatannya ga bakal lama karena disumpahin jutaan org2 yg teraniaya

  5. saya setuju dengan pendapat saudara anwar….jangan sama ratakan honorer….begitu juga dengan pns ada juga kok yang kerjaannya cuman nunggu sore terus pulang……

  6. kepada saudara-saudara honorer………!!!!!
    saya tidak bisa mengangkat saudara2 menjadi CPNS, tapi saya akan mengangkat saudara2ku dikampung terlebih dahulu. sorry yahhh….
    Karena ini kesempatan ku menjadi seorang Wamen PAN&RB, oleh karena itu apapun akan sy lakukan demi perutku sendiri. sy akan lakukan korupsi yg sebesar2nya…….
    SOrry azzzzaaaa…….okayyyyy…..

  7. ketahuan sudah lembeknya pemerintahan SBY termasuk menteri sama wamenya, tidak konsekwen, pantesan negara ini mendapat bencana terus, terlalu banyak membohongi rakyatnya,..dan memepermainkan perasaan2 orang2 kecil…….

  8. seharusnya pemerintah lebih pintar mengkualifikasi mana yang memang benar2 memenuhi persyaratan mana yang tidak, bukan malah membatalkan semuanya, kasihan yang memang bener2 memenuhi kualifikasi, mana hati nuranimu mas eko….pikirkan nasib rakyat kecil, kelak Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban Anda, yang tega menyengsarakan nasib orang banyak….ingat do’a orang teraniyaya akan dikabulkan Tuhan YME………

  9. saya setuju pendapat Mas Anwar yang menyatakan “ngeri jg ada Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas ISIPOL Universitas Indonesia (UI) mempunyai opini “dangkal” seperti itu…” jangan2 sekolahnya dapat beli juga nih…he…he…

  10. itu hanyalah permainan pejabat contohnya Eko Prasojo…..klau ada pengankatan honorer dia tdk kebagian uang utuk koropsi….. km eko smga km mati tdk wajar krn membohongi rakyat kecil……..makan tu uang harammm

  11. brother semua menurut pemikiran hemat saya ( pengalaman bekerja sbg honorer ) justru yang pns yang rasa rasanya tidak begitu berbobot kerjanya datang siang mundar mandir baca koran minum kopi ….. sementara tugas pokoknya di serahkan pada honorer………. harus nya walo sudah pns di lakukan uji secara berkala kalo tidak bagus putuskan ganti ama honorer seperti saya heheheheh

  12. deni wahyudi hisbullah

    Kasian Duunk Pa Pda Kmi, Kmi Kan Hanya Bisa Berharp Dri Thun Ke Thun Ternyata Hasilnya Seperti Ini Bpk Kjam…..Sunggu Kjam

  13. kepada Eko Prasojo….yuuuk kita belajar pendidikan budaya karakter bangsa(PBKB)….mungkin anda tidak tahu apa itu PBKB?kepada Admint,sampaikan pesan ini kepada pak Eko Prasojo,sang Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas ISIPOL Universitas Indonesia….Betapa keringnya tenggorokan kami mengajar budi pekerti kepada anak bangsa walaupun hanya digaji 3 bulan sekali…. tersayat hati ini membaca ungkapan Bapak yg sedemikian pedas,sementara bapak sendiri sebagai produk pendidikan,di indonesia….. Oleh karena itu,bapak kami undang untuk duduk bersama menyimak PBKB yg sebenarnya?

  14. ingat mas guru itu ibu bangsa….. suatu saat ketika dia mengutk, maka negara ini seperti ayam kehilangn induk.

  15. wah.pusing ni kepala gw ,mau jadi apa ni negara klu pemerintahnya plin-plan cari keputusan,maaf pak klu bapak mentri dan presiden punya hati nurani saya yakin kita semua bisa kok di angkat jadi cpns,/pns,kita beri dulu kesempatan para menteri dan aparat pemerintah khususnya para anggota dewan untuk bekerja memikirkan nasib kita,saya yakin sk cpns kita pasti keluar,berdo’a aja teman2 semua!tetapi klu pemerintah,menterinya dan bpk presidennya tidak punya hati nurani ,berati mereka sama aja menjadi seorang “PEMBUNUH”.karena mereka telah membunuh masa depan saya dan anak2 saya serta kluarga saya,saya berdoa moga aja pemerintah mengambil keputusan yg tepat dan akurat serta tegas. yg didasari dgn perasaan dan hati nurani…. harapan saya semoga sk cpns saya dan juga teman2 yg lainnya cepat keluar.amin………….berjuang terus sobat………..demi masa depan keluarga kita…….bila perlu kita demo besar-besaran……..

  16. betul2 ya pemerintah nich g pux hati…

  17. sondang nyumbang nyawa tidak digubris apalagi honorer

  18. baca berita tentang guru honorer kian hari bukanya tambah bagus kok malah tambah membingungkan… hmmm sudah menjadi kebiasaan di negara ini jika ganti atasan so pasti ganti kebijakan… orang-orang kecil yang dengan susah payah mencari sesuap nasi dibuat kebingungan… aq juga seorang guru honorer tahun 2006..satu-satunya guru biologi di sekolah pelosok.., bukannya sombong… tp aq berani diadu dengan guru PNS senior sekalipun tentang mengajar di kelas..gak ada rasa takut karena pasti aq gak kalah.. aq yakin banyak di luar sana guru-guru honorer sepertiku… berangkat pagi-pagi dengan motor butut menyusuri pegunungan menoreh dengan jalan seperti sungai yang kering alias jalanan yang rusak parah selama 1 jam…gaji 400 ribu per bulan.. dibandingkan dengan guru PNS yang sudah tersertifikasi bisa 10 kali lipat dari itu…pekerjaan sama… hanya status yang beda..tapi kesenjangan begitu besarnya… kadang aq berpikir jika seluruh guru honorer di negeri ini banting stir berhenti jadi guru dan bekerja dibidang lain..kira2 bagaimana ya? di satu sisi mungkin menyenangkan karena masalah GTT hilang dari muka bumi, tapi mungkin di sisi lain banyak siswa yang menangis karena tidak ada guru yang mengajar mereka…..yah… wallahua’lam bishowab.. Allah Maha Adil dan Maha mengetahui akan kebutuhan makhlukNya… Buat semua guru honorer di Indonesia, Allah tidak pernah tidur… ikhlaskan hatimu semata-mata untuk ibadah.. rizki sudah diatur yang penting selalu berusaha dan bekerja sepenuh hati… aq yakin Allah akan menggantinya kelak…. Amiiinnn…

  19. gak becus semua para wakil rakyat dipusat….alasan tercecer lah,menunggu rpp lah…tapi kalau menyangkut masalah kluarga presiden cepatnya bukan main….???ini menyangkut orang bnyak yg mana calon pns sangat ingin menjadi pns secara terbuka.jadi jangan memetingkan perut sendiri2 wahai wakil rakyat….apalagi korupsi dibesar2kan…tampa guru atau para medis,nicaya negeri tampa sebesar ini.krana sdm berawal dari gurru….tolong cepat disyah kan PP nya

  20. jika semua guru honorer memberikan hal yang terbaik, mengapa para pejabat penentu kebijakan tidak bisa memberikan hal yang terbaik juga. ingatlah wahai penguasa kebijakan bahwa dirimu pintar adalah lantaran guru yang berjuang dan bukan kepintaran datang dengan sendirinya. untuk itu bantulah guru dalam menyusuri nasib yang belum menentu ini.
    korupsi besar-besaran tapi nasip guru demi sesuap nasi tidak selesai seselai dikerjakan.

  21. Saya sependapat dengan teman2. Memang tidak benar jika menyamaratakan seluruh honorer maupun PNS baik atau buruk. Namun seperti yang diungkapkan bahwa. hal ini hanya tertunda hingga moratorium. Hal inipun terkait dengan wacana Reformasi Birokrasi yang sedang digulirkan pemerintah. betapa banyaknya PNS,PTT dan honorer yang datang ke kantor hanya datang tepat waktu, baca koran kemudian pulang tepat waktu. (syarat mendapatkan remunerasi 100% bagi PNS dan PTT) tapi di kantor tidak memiliki pekerjaan. Banyak sekali anggaran untuk anggaran belanja pegawai yang harus dialokasikan untuk menggaji PNS dan Tenaga Honorer (terlepas dari permasalahan APBN yang dikorupsi). Untuk itu perlu dilakukan penataan kepegawaian sehingga saat tenaga honorer masuk sudah sesuai dengan kebutuhan serta kualitas yang dimiliki. Semua itu untuk Negara kita yang kita Cintai. Semangat.

  22. masalah cpns saya rasa tak perlu libatkan DPR RI, karena sebangian besar anggotanya lebih memikirkan bagaimana caranya lolos dari pertanyaan KPK. karena DPR lah pusat KORUPSI Nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s